bahagia.
Manusia adalah makhluk yang dinamis. Tumbuh beriringan dengan perasaan dan emosi yang lebur dalam sukma telah mengikat manusia pada ekspedisi hidupnya masing-masing. Tentu tak ada insan yang terjelma sempurna dalam nyamannya hidup. Perasaan dan emosi telah melahirkan manusia yang niscaya lekat akan senang dan sesak.
Percayalah, hidup tak selamanya damai. Bahagia yang menjadi angananmu selama ini hanyalah kepingan diorama yang semu. Perihal bahagia yang sarat akan perasaan tenang dan damai hanyalah bertahan sekelebat. Lagipula, bahagia tak selamanya jauh dari kata hancur dan sedih. Karena kebahagiaan bukanlah tujuan, melainkan sesuatu yang didapatkan dari menjalani hidup dengan proses yang baik. Proses baik tersebut melibatkan sakit dan mati rasa di dalamnya.
Manusia hidup dari rasa sakit dan senang yang bergandengan. Tak ada yang kekal dari keduanya. Rasa sakit memberi insan ruang untuk tumbuh. Rasa senang memberi kenyamanan mengenai rasa syukur dan nikmat. Semua sama namun tidak seimbang dengan waktu yang senjang.
Jangan kurung dirimu dengan angan kebahagiaan yang salah dan kekal dengan nyaman. Jangan juga kau kutuk sakit dan hancur yang secara tegas selalu menemanimu. Hei bung! Tak ada manusia yang sehat, semua butuh remuk untuk terbentuk dalam siklus yang menerus.
Bahagia bukanlah perihal damai dan patah secara definsi terpisah, namun sikap kita sebagai makhluk yang sarat akan rasa tersebut sebagai satu kesatuan untuk terus laju dan berjuang dalam kedinamisan hidup yang tak pasti.
Selama ajal masih menjadi kekhawatiran belaka, kebahagiaan itu akan tumbuh dari prosesmu menjalani hidup yang terkadang muram ini. Tak apa untuk rehat sesekali, dalam berjuang, rehat dan bangun kembali adalah hal yang sah kok!
My mama always said ‘Life is like a box of chocolate. You never know what you’re gonna get.’
– Forrest Gump
maaf ya ga sesua tema
BalasHapusyes kall!🔥
BalasHapusMantep euuii
BalasHapusPERTAMAX
BalasHapus